9/30/2010

Sekilas Tentang IPv6 (IP Versi 6)

Perkembangan jaringan dan internet yang berkembang sangat pesat akhir-akhir ini membuat Internet Protocol (IP) yang sering digunakan dalam jaringan dengan TCP/IP menjadi ketinggalan. Khususnya, karena sekarang ini telah terdapat berbagai aplikasi pada internet yang membutuhkan kapasitas IP jaringan yang sangat besar dan dengan jumlah yang sangat banyak. Aplikasi-aplikasi tersebut di antaranya email, multimedia menggunakan internet, remote access, FTP (File Transfer Protocol), dan lain sebagainya. Aplikasi ini membutuhkan supply layanan jaringan yang lebih cepat dan fungsi keamanan menjadi faktor terpenting di dalamnya. Kebutuhan akan fungsi keamanan tersebut tidak dapat dipenuhi oleh IPV4, karena pada IP ini memiliki keterbatasan, yaitu hanya mempunyai panjang address sampai dengan 32 bit saja. Dengan demikian, diciptakanlah suatu IP untuk mengatasi keterbatasan resource Internet Protocol yang telah mulai berkurang serta memiliki fungsi keamanan yang handal (relia¬bility). IP tersebut adalah IPV6 (IP Versi 6), atau disebut juga dengan IPNG (IP Next Generation). IPV6 merupakan pengembangan dari IP terdahulu yaitu IPV4. Pada IP ini terdapat 2 pengalamatan dengan panjang address sebesar 128 bit. Penggunaan dan pengaturan IPV4 pada jaringan dewasa ini mulai mengalami berbagai masalah dan kendala. Di mulai dari masalah pengalokasian IP address yang akan habis digunakan karena banyaknya host yang terhubung atau terkoneksi dengan internet, mengingat panjang addressnya yang hanya 32 bit serta tidak mampu mendukung kebutuhan akan komunikasi yang aman.
IPv6 mempunyai tingkat keamanan yang lebih tinggi karena berada pada level Network Layer, sehingga dapat mencakup semua level aplikasi. Hal tersebut berbeda dengan IPV4 yang bekerja pada level aplikasi. Oleh sebab itu, IPV6 mendukung penyusunan address secara terstruktur, yang memungkinkan Internet terus berkembang dan menyediakan kemampuan routing baru yang tidak terdapat pada IPV4.

Cek Penyebab Kenapa Komputer Cepat Panas


Pada umumnya ada banyak hal yang menyebabkan komputer menjadi overheating alias terlalu panas, berikut beberapa penyebab dan solusi pemecahannya.

1. Komputer digunakan main game terlalu lama.  Untuk bermain game terutama dengan gambar yang beresolusi tinggi, diperlukan 3 komponen yang bekerja berat yaitu processor, memory dan VGA. Processor  yang bekerja terlalu berat akan menimbulkan panas tinggi dan bisa saja menyebabkan komputer langsung mati sendiri. Mencegahnya, Anda bisa menambahkan kipas pengisap pada bagian belakang CPU untuk mengisap udara panas dari dalam.

2. Perhatikan processornya. Ada perbedaan antara processor AMD dengan Intel. Processor terbaru Intel hanya membolehkan panas sampai 72oC sedangkan AMD bisa sampai 85oC jadi ada perbedaan signifikan apabila diraba dengan tangan. Tetapi jika masalah panas ini kemudian menyebabkan komputer jadi lambat atau mati sendiri barulah jadi masalah.

3. Fan pendingin rusak atau kotor berdebu. Jika kecepatan kipas sudah menurun atau sangat berdebu maka suply udara pendingin juga akan menurun sehingga Processor menjadi overheating. Cara mencegahnya, Anda bisa membuka kipas pendingin, bersihkan dari debu lalu pastikan bahwa kipas tersebut masih berputar dengan normal, atau jika sudah diketahui rusak, maka diganti saja.

4. BIOS overclock. BIOS yang overclock atau performance kartu grafis, CPU, motherboard, RAM dan semua komponen di dalam casing CPU dibuat maksimum, dapat menyebabkan computer menjadi panas atau lebih buruk lagi bisa menyebabkan komputer tidak berfungsi sama sekali. Mencegahnya, jika overclock ini penyebabnya, selakan kembalikan BIOS ke posisi normal kembali.

5. Power Suply bermasalah. Jika terjadi kebocoran pada Power Suply,maka  tegangan listrik keluar ke moterhboard dan dapat seluruh komponen listrik CPU jadi panas, atau sejumlah komponen langsung rusak. Mencegahnya, bias menggunakan Stabilizator atau UPS untuk menjaga tegangan listrik.

6. Posisi Aluminium Heatsink (pendingin) tidak tepat. Jika aluminium ini tidak menempel dengan tepat pada badan processor, maka processor dapat mudah overheat lalu kemudian komputer pasti mati sendiri. Mencegahnya, jika mungkin Anda bisa melakukannya, hati-hatilah ketika membuka fan di atas processor dan periksa apakah aluminium heatsink menempel dengan tepat pada Processor. Jika perlu, buka aluminium pendingin dan bersihkan pasta pada permukaan permukaan processor lalu oleskan kembali pasta yang baru.

7. Aluminium Heatsink (pendingin) Processor atau pada VGA berdebu/kotor. Pastikan aluminium pendingin cukup bersih dari debu karena debu bisa menghambat proses pendinginan yang dari kipas. Caranya dapat membersihkan kipas pendingin processor setiap 6 bulan sekali.